Entri Populer

Selasa, 28 April 2009

Dorong motor subuh-subuh

Bermula dari kejenuhan dengan rutinitas kampus, saya dan teman2 yang biasa nongkrong di sebuah ruangan TA di salah satu laboratorium jurusan (yang sudah setahun itu kami menumpahkan segala kepenatan, kebahagiaan, keceriaan, kecemasan, dan segala yang akhirnya membuat kami merasa dekat satu sama lain seperti keluarga) berencana mo hang out rame-rame. Tanpa perencanaan yang panjang, hanya sebuah gagasan dari seorang diantara kami, dan langsung di iyakan oleh yang lainnya. Apakah itu? bermain bilyard. Salah satu kegemaran kami (rata-rata cowok, dan saya adalah yang paling cantik disini..hueheeh...karena gak ada cewek lagi :D) yang bisa dilakukan rame-rame sambil menghabiskan malam bersama. Menghilangkan semua penat, menggantinya dengan rasa suka cita.

Rencana punya rencana. Yang tadinya mo brangkat jam 8malam, molor jadi jam 10 malam. Yep, kebiasaan buruk para pria..mbulet.. beuh. Jam 10malam, smua personil sudah siap di markas dan kami pun mulai berjalan meninggalkan pelataran kampus dengan mengendarai motor. Seperti pawai, berboncengan dua-dua dan tak jarang saling membunyikan klakson. Sampai di tempat bilyard, pengunjung sudah sangat ramai meski itu adalah hari rabu. Dan.. benar saja.. kami masih harus ngantri meja selama dua jam. Tempat ini belum lama dibuka, dan klo siang dipakai untuk salon mobil. Hmm.. dari depan tak tampak seperti sebuah cafe, tapi ketika kita masuk ke dalamnya..kita akan langsung disambut dengan musik yang hingar bingar, dan kepulan asap rokok pengunjung. Ditemani segelas lemon tea ice dan sekumpulan wajah-wajah riang cukuplah membuat saya bersabar untuk menanti. Sebenernya males juga denger musik kenceng2, membuat kepala makin mumet dan suara serak karena ngomongnya harus teriak2.

Jam 12 tepat, sang petugas memanggil kami. Yep,, its time to show..halah..hehe.. 2 meja untuk 8orang, tak apa lah,, masih bisa gantian dari pada harus mengantri lebih lama lagi. Meski permainan saya gak sebagus anak2, its ok lah maklum masih amatiran banget alias baru belajar. hehe.. Saya berkesempatan melakukan break shot untuk yang pertama kali. Stick ditangan kanan, mendekatkan ujungnya pada cue ball, tangan kiri siap menjadi tumpuhan stick, mata memicing, pikiran konsentrasi ke arah sasaran..1,2,3.....pletak...cue ball berhasil mengenai ball dan seketika itu juga bola-bola itu berhamburan ke segala penjuru. Hmm.. lumayan lah meski blom ada yg masuk lubang. 1,2,3,4...kali permainan akhirnya saya bisa memenangkan permainan karena tidak sengaja memasukkan bola yang terakhir. Horay...tapi itu cuma skali dan kebetulan pula. hehe

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 2pagi dan permainan pun usai karena tempat kami bermain harus tutup. Huafm....ngantuk..tapi mata masih saja berbinar, seolah blom ingin terpejam. Mo balik ke kampus males, pulang ke rumah pun nanggung. Akhirnya acara dilanjut ke Mc.D Basra ( singkatan untuk jalan Basuki Rahmat) yang kebetulan buka 24 jam dan lokasinya pun strategis di pusat kota. Bersantai sambil menunggu pagi. Ada yang nonton bola, bercerita pengalaman serunya, itung2an patungan ( rada angot dengan mimik mereka yang lucu.hehe..jd inget jaman jahiliyah..halah), dan tak ketinggalan "nyek-nyekan" yang khas ala arek ITS (yang membuat saya selalu merasa kangen dengan mereka smua :D).


Kukuruyuk....suara kokok ayam dan tak lama disusul suara adzan subuh menandakan kami harus segera balik ke kampus dan pulang ke rumah masing-masing karena ini masih hari kamis yang artinya kami masih punya kesibukan untuk sehari ke depan. Dengan formasi yang sama, berboncengan dua-dua, kami mulai menyusuri jalanan surabaya yang masih sepi. Dari Basra putar balik lewat jalan pahlawan belok ke kiri depan balai pemuda.. dan...gluk..gluk...gluk.. motor yang saya tumpangi mogok. wew... bensinnya abis. What....??? Nyari tukang bensin dmn subuh-subuh gini...? Akhirnya dengan terpaksa saya dan teman saya mendorong motor itu sampe nemu tukang bensin. Tapi...kok gak ada tanda-tanda kehidupan gini..Fyuhh.... Untunglah anak2 yang lain tidak jauh dari tempat kami mogok. Mereka dengan cekatan memacu motornya berkeliling mencari bensin. semenit, dua menit mereka tak kunjung datang.. karena bengong gak ada kerjaan, saya dkk pun foto-foto. hihi.. bakat narsis tiba-tiba muncul.



Dapat 2x jepretan, akhirnya mereka datang juga. Membawa sebotol bensin dengan ukuran seliter, cukuplah untuk membawa kami kembali ke kampus. oh God, thx alot..telah membuat kami tidak harus melakukan olahraga berat di pagi hari itu..
Saatnya mencoba menghidupkan motor. Putar kunci pada posisi on, pencet tombol start..dan....greng...greng... Horay... motornya hidup. Lanjut.... eits.. Sebelum pulang gak ada salahnya mengabadikan moment yang langkah itu, jalanan surabaya yang lengang dan kumpulan anak2 ingusan yang duduk ditengah jalan.

Hmm... i miss u guys.. kapan kita bisa gila2an lagi.


on photos : me, amod, endru, leo jenggot, deddy bos, azis genjik, asep, reza 'igong', yoyo..

Kamis, 23 April 2009

Takut....tapi.......Mau

Air.. disatu sisi adalah kebutuhan tiap makhluk hidup.. disisi lain merupakan bencana yang tak terkira jika kita tidak lagi bisa mengontrolnya. Saya suka bermain air. Entah knapa, setiap kali melihat kumpulan air seperti sungai, laut, danau yang ada dipikiran saya ..."wah....yuks mainan air". Seru, asyik, seolah menghilangkan smua beban di hati. Tapi seperti melihat dua sisi mata uang, sebenernya ada sebuah ketakutan yang luar biasa ketika saya masuk di air yang dalam. Yah..walaupun sudah beberapa kali mencoba rafting dan renang jeram, tapi tetep saja ngeri klo disuruh masuk ke dalam air. Wajar saja si, berhubung saya kurang bisa berenang. hihihi..


Hmm.. Ngomong-ngomong tentang air, tadi malem saya berkesempatan untuk belajar snorkeling. Sebenernya keinginan untuk bisa snorkeling ma diving sudah ada dari dulu-dulu, cuma kesempatan untuk belajar baru saya dapat kali ini. seneng dong pastinya. Selesai jam kantor, kami (saya ber2 dg temen kantor) langsung cabut dari kantor menuju senayan. Di Senayan sudah menunggu bang Timmi yang kebetulan ikut dalam salah satu club diving di jakarta. Langsung saja bang Timmi menyuruh ganti pakaian dan nyebur ke kolam. Sempet deg-deg an si,, dalemnya 6meter boo.. sebuah angka yang bagi saya lumayan menakutkan, secara selama ini paling-paling berenang di kedalaman 2 meter..hehe maklum masih belajaran..:D


Pertama yang perlu saya lakukan adalah melakukan pemanasan, mengatur napas dan mencoba berenang ke sebrang. Beuh, masih blajaran dan sudah lama tidak berenang membuat saya kalang kabut dan cukup panik ketika mencoba menyebrang kolam. hwaa.. masuk dah air ke hidung. Sempet berhenti sebentar di pinggir kolam sambil memantapkan hati. Tapi tetap saja melihat dalamnya air membuat jantung berdetak keras dan kaki seolah gemetar tanpa daya. Akhirnya saya coba kembali ke seberang kolam. Kali ini sudah mulai tenang menghadapi kedalaman air. Adalah pak Sany yang menga
jari saya supaya tidak panik ketika berada di dalam air. Yah.. lumayan lah, setelah masuk ke kedalaman 6 meter tanpa alat apapun membuat saya merasa sedikit nyaman. Caranya gampang saja. Tarik napas dalam-dalam lewat mulut, buang lewat hidung. Lakukan sampai 3x. Setelah buang napas yang ke 3x nya, tutup hidung dengan tangan dan mulai deh masuk ke air. Biarkan tubuh lemas mengikuti gerakan air sampai tubuh benar2 mencapai dasar kolam, baru jejakkan kaki ke lantai dan bluk..bluk..bluk..naik ke permukaan.


Saatnya mencoba snorkeling. Hayyah...kikuk, aneh, gak bisa napas dengan baik ketika memakai peralatan snorkeling. Kaca mata plus snorkel ditambah sepasang sepatu katak. Sebenernya bersnorkeling itu simple saja, atur napas (hirup dan buang) lewat mulut yang sedang menggigit snorkel, tengkurapkan badan dalam air dan kayuhlah kaki berirama. Dalam hal ini kaki kita harus lurus, paha ato dengkul tidak boleh ditekuk. Tapi jangan terlalu semangat berenangnya, karena kaki katak membuat kecepatan kita dalam air lebih tinggi, bisa2 kepala kejedug pinggiran kolam. hwa...

Dag-dig-dug-dag-dig-dug... jantung semakin keras berdetak seolah menambah kengerian dalam pikiran saya. Tetap saja saya belum yakin saya bisa. Akhirnya dengan segala kenekatan yang saya miliki, saya coba pelan-pelan masuk ke air. Sedikit terseok-seok dan lumayan banyak air yang masuk ke hidung dan tenggorokan, lantaran masih belum biasa menggunakan alat-alat itu dan juga masih sangat takut dengan kedalaman. Tapi semakin lama saya berenang semakin saya penasaran walaupun hampir tenggelam, hajar ajah.. Dan tanpa sengaja, karena hampir tenggelam saya berusaha menyeimbangkan tubuh dan menggapai pinggiran kolam, tiba-tiba saja kaki saya mengayuh dengan rilex dan akhirnya saya dapatkan cara yang menurut saya nyaman dalam bersnorkling. Hohoho.... pelan-pelan saya coba lagi.. dan lagi. Sampai akhirnya keasyikan sendiri berputar2 dalam kolam dan menikmati isi kolam. seolah melayang diudara. dan tanpa saya sadari ternyata di kolam tinggal saya sendiri. wahaha... klo sudah seperti ini pasti lupa waktu, sampe2 Senayan tutup ga kerasa. Jiah..hahahah...

Wah..............................ke Rinjani ma gili trawangan yuks.. LHo..?? :D