



Wahhhh............akhirnya kesampean juga pergi ke pulau seribu. Salah satunya adalah Pulau Tidung. Pulau yang terletak paling barat dari gugusan kepulauan seribu ini, berjarak 3jam dari Muara Angke. Untuk menuju pulau Tidung tidaklah susah, ada kapal umum yang berangkat dari muara Angke pada jam 7 pagi setiap harinya. Cukup membayar 33ribu rupiah perorang dan kapal pun siap membawa anda ke Pulau Tidung. Kapal yang berlayar ke pulau tidung memang hanya ada sekali jalan setiap harinya, selain karena jaraknya yang lumayan jauh, penumpang yang menuju ke pulau ini juga tak terlalu banyak. Kapal berkapasitas max 80 orang itu terdiri dari 3 bagian, ruang nahkoda, deck bawah dan deck atas untuk penumpang. Saya si lebih suka naik di deck atas, karena bisa menikmati hempasan lautan luas dan melihat-lihat pulau-pulau disepanjang perjalanan serta menyaksikan hiruk pikuknya aktivitas di sekitar pulau seribu. Namun jika gelombang sedang tinggi, pemilik kapal meminta penumpang untuk masuk ke dalam.



Okay,, sekilas tentang Pulau Tidung. Pulau tidung memiliki pasir yang putih dan air yang jernih kebiruan, tampak lebih cantik di banding pulau-pulau yang lebih dulu terkenal seperti Pulau Pramuka ataupun Pulau Onrust. Berbagai macam Biota laut masih melimpah di dalamnya. Dari ikan-ikan kecil yang dulunya hanya bisa saya pandangi dari balik layar kaca, kini saya bisa memegangnya dengan tangan saya. Karangnya pun bagus dan seru. Sesekali tampak ubur-ubur kecil yang menghampiri. Namun sayang, di beberapa bagian terumbu karangnya rusak berat. Tapi itu tak mengurangi ketertarikan saya akan pulau ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan disini, mulai dari berkeliling pulau, snorkeling, mancing, sampe guling-guling di pasir juga ok.



Pulau Tidung terdiri dari Tidung besar dan Tidung kecil yang dihubungkan oleh jembatan kayu yang ditengahnya sudah mulai reyot, tapi masih sanggup menopang motor yang melaju dengan kencangnya. sampai-sampai saya harus pegangan kuat di balok kayu kelapa karena takut jatuh terhempas atau tertubruk motor-motor itu. (Itu dulu waktu saya pertama kali ke sana di bulan mei. Tapi kondisinya sedikit berubah pada waktu terakhir saya ke sana bulan oktober kmrn. Jembatan kayu itu di renovasi di bagian barat, agak dipertinggi. tujuannya agar kapal-kapal kecil bisa nyebrang ke sisi selatan dan sebaliknya, tanpa memutari pulau kecil. tentunya hal ini lebih efektif buat para nelayan kecil. tapi buat anda penyuka sepeda, sepertinya harus bersabar dulu karena tidak satupun kendaraan bisa lewat jembatan ini. satu-satunya alternatif adalah dengan menyewa perahu kecil untuk menyebrang).






Sepanjang jembatan kayu terdapat 2 gazebo, terbuat dari balok kayu yang kokoh. Gazebo ini sering dipakai oleh para wisatawan ataupun penduduk sekitar untuk beristirahat dari terik mentari sambil menikmati segarnya angin laut. Dan tak jarang pula, saya gunakan bwt bermalam. hihihi.. Tapi jangan pernah sekali-kali untuk mencoba bermalam di gazebo pada musim hujan seperti sekarang ini, sering terjadi badai dan gelombang tinggi. Seperti yang saya alami waktu terakhir kesana. :D.. LEbih baik anda menginap di penginapan di sekitar pulau tidung besar, belum banyak dan belum terlalu bagus layaknya di pulau pramuka. Pulau tidung memang belum di bangun untuk pariwisata. Namun penginapan di Pulau Tidung Besar sudah cukup nyaman, dengan air bersih yang melimpah. Umumnya mereka juga menyewakan alat snorkeling, perahu kecil, dan sepeda ontel kepada para wisatawan yang ingin berkeliling-keliling menikmati indah nya pulau tidung.



Soal makanan khas, saya belum tau banyak. Tapi satu yang khas yang saya tau dari pulau ini adalah keripik sukunnya yang renyah dan gurih.
Pulau ini relatif lebih bersih di banding pulau-pulau lain di kep. Seribu seperti Pramuka atau Bidadari. Berpenghuni sekitar 2000 jiwa, Cukup padat, namun tata desanya sudah cukup rapi. Terdapat kantor kelurahan dan puskesmas yang bangunannya tak kalah ok dengan yang ada di jakarta dan memiliki beberapa sekolah hingga taraf SMK. Jauh dari apa yang saya perkirakan sebelumnya.
Melihat birunya air laut, dan sepinya Pulau Tidung kecil membuat pikiran lebih damai dan bebas dari segala keruwetan rutinitas di kantor.
Klo anda ingin bermain ke Kep. Seribu, tak ada salahnya jika anda mampir untuk mengunjungi pulau ini. :D